Jumat, 06 Juli 2012

Kunjungan Akhir Pekan Ke Kota Pati


Akhirnya setelah menempuh UTS Semester genap 2011, tiba juga akhirnya waktu untuk “liburan”. Walaupun masih berada di tengah – tengah berjalannya Praktikum Microprocessor dan akan dimulainya Praktikum Kontrol proses & Manufacturing , saya menyempatkan jalan – jalan (lebih tepatnya motor – motoran, soalnya naik sepeda motor. Hehe) untuk pergi ke daerah Pati. Bukannya tidak bermaksud apa-apa, kepergian kami ke Pati ditengah kesibukan ini dengan membawa sebuah misi rahasia. Sebuah misi yang diprakarsai oleh empat orang mahasiswa Teknik Elektro Undip yang siap mengguncang dunia. Ingin tahu kisah dari kami selanjutnya, ikuti terus ya postingan berikut ini. Ok,kalau mau comment juga boleh...


Empat orang tersebut terdiri atas saya, sucron, rezon, dan hanif ( berasal dari dua konsentrasi berbeda yaitu kontrol dan power ). Walaupun misi rahasia yang kami luncurkan tak sepenting misi penanganan kebocoran reactor nuclear di Fukusima Jepang, namun perjuangan ini sangat berharga bagi kami. Pengen tahu misi rahasia kami??? ( Eeehm… kasih tahu gak ya??? Hehe ). Ya udah dikasih tahu aja deh, misinya adalah penyerahan proposal Pengajuan Permohonan Kerja Praktek selama satu bulan di PT Pura Barutama Divisi Engineering di Jalan Raya Kudus – Pati KM 12 ( yah jadi gak rahasia lagi deh misinya. Hehe..)

Perjalanan itu dimulai pada hari sabtu pekan pertama di bulan Mei (8/5), walaupun tidak semua anggota squat dapat ikut ke Pati. Namun saya masih beruntung ditemani seorang Pembalap pemuda asli putra daerah Pati ( Sucron). Dengan kendaraan Honda Supra X 110 cc-nya kami berdua berangkat pukul 11 siang. Walaupun suasana saat itu di seluruh Pulau Jawa sedang diselimuti awan gelap, kami nekat berangkat dari Kontrakan anak-anak Konsentrasi Kontrol Lawang Luntur di Tembalang. Motor terus dipacu dari Semarang hingga Pati, karena tujuan utama hanya ke PT Pura kami tidak berniat untuk mampir – mampir ke tempat lain. Jalur utama yang akan kami lewati adalah Semarang - Demak – Kudus – Pati. Saat itu kami harus extra hati – hati, karena selain cuaca sedikit gerimis jalanan juga licin. Walaupun cuaca kurang mendukung perjalanan cukup lancar, namun perlu diperhatikan Jalan Raya Semarang – Demak harus extra hati – hati karena di daerah Sayung banyak warga setempat yang menyebrang jalan. Setelah sampai di Demak kami lewat ring road , karena menghindari kemacetan jika lewat dalam kota. Diperjalanan dari Demak – Kudus cuaca semakin tidak bersahabat, gerimis datang lagi. Karena kami mengejar waktu, terpaksa motor terus dipacu semakin kencang melawan truck – truck dan kendaraan besar di sepanjang Jalur Pantura. Akhirnya sampai juga di Kota Kudus, kami memutuskan lewat jalur dalam kota ( lumayan bisa sedikit santai soalnya gak ada kendaraan besar). Di Kota Kudus juga terdapat Kantor Utama PT Pura Group, namun tempat yang kami tuju tidak disana karena Divisi Engineering berada di Jalan Raya Kudus – Pati. Ada kenikmatan tersendiri ketika melalui Kota Kudus, suasananya yang damai, tentram, bersih, asri, tenang, nyaman banget deh buat jalan – jalan atau naik motor – motoran. Tidak sempat berlama - lama perjalanan kami lanjutkan kembali menyusuri kerasnya aspal jalanan langsung menuju ke KM 12 Kudus – Pati.


Jembatan Gantung

Sawah dengan pengaman setrum :D hehe
Hampir dua jam perjalanan kami dari Semarang ke Pati, akhirnya sampai juga di tempat tujuan PT Pura Barutama Divisi Engineering. Namun sayang sekali kami tidak bisa langsung bertemu dengan HRD karena kebetulan sedang tidak berada ditempat. Yah akhirnya perjuangan kami terhenti dengan hanya menyerahkan proposal pada pihak berwajib di pos penjagaan ( jauh – jauh dari Semarang hanya sampai di pintu gerbang. Hufh… ). Namun kami bersyukur sudah sampai tujuan dengan selamat dan usaha kami sudah maksimal, semoga diterima. Amiin… Kelelahan setelah perjalanan tak mengurungkan niat kami untuk melanjutkan ke suatu tempat di Kota Pati, tujuan selanjutnya rumah Sucron ( pembalap yang menemai saya dari Semarang ) dengan perkiraan waktu sampai tujuan hingga 45 menit. Saat perjalanan di daerah Pati ternyata banyak terlihat pabrik – pabrik, beberapa contoh misalnya pabrik penghasil kacang dalam kemasan seperti PT Dua Kelinci ( Sponsor Real Madrid lho. Hehe) dan PT Garuda Food. Ternyata rumah yang kami tuju jauh dari perkotaan dan jalan raya, harus melewati daerah persawahan yang luas, pemukiman pedesaan, dan juga melewati jembatan gantung yang hanya muat dilalui satu sepeda motor ( wah agak serem nih pas lewat sini. Brr… ). Selain itu ada hal aneh yang baru saya lihat, sawah – sawah disana ternyata dipasangi kawat –kawat untuk mengalirkan listrik bertegangan tinggi ( wah jadi tambah serem lagi, kalau kena orang gimana ya??? Gak bisa dibayangin).

Memang sejak awal kami berniat untuk bermalam disana, lingkungan yang asri masih alami mengingatkan saya pada kampung halaman. Malam itu kami habiskan untuk berjalan – jalan di daerah Juwana, kliling –kliling kota, pelabuhan, dan juga pasar malam. Tapi anehnya hampir semua pengendara bermotor yang saya temui malem itu tidak pakai helm, apa gak ada pak polisi ya??? ( Wah kalau dirazia bakal kaya mendadak tu. Hehe ). Dan minggu paginya kami luangkan waktu untuk jalan pagi kliling desa dan melihat aktivitas para petani di pematang sawah. Setelah itu masih banyak waktu untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Semarang. Perjalanan pulang, kami mulai setelah shalat dzuhur, cuaca saat itu cerah berbeda sekali dengan hari sebelumnya. Jalan yang kami lalui sama dengan rute perjalanan saat berangkat, hanya saja ketika pulang, kami sempatkan mampir di PT Dua Kelinci ( walaupun cuma berhenti di depan pintu gerbang aja. Hehe). Saat pulang banyak peristiwa unik yang kami temui, mulai dari melihat jambret yang tertangkap di jalan raya dekat PT Pura, belalang tempur yang kami naiki roda belakangnya bocor di Jalan Raya Kudus – Demak, untung sekitar situ ada tukang tambal ban ( kerennya setelah kami menambal ban, berturut – turut ada tiga sepeda motor yang ikut – ikutan masuk pit stop buat nambal ban juga. Ckck…), yang lebih uniknya kami dihadang hujan deras di daerah Pedurungan dan terpaksa menggunakan seragam dinas khusus hujan, eh tapi baru beberapa ratus meter berjalan, hujan tiba – tiba berhenti dan daerah yang kami lalui selanjutnya kering kerontang ( agak aneh pake’ jas hujan sendirian waktu itu). Akhirnya kami sampai kembali di kontrakan jam setengah lima sore, Alhamdulillah akhirnya kembali dengan selamat dan semoga proposal KP yang kami ajukan di approve untuk bulan Juli – Agustus mendatang. Amiin..

Special thanks to : PT Pura Barutama Divisi Engineering, Keluarga Besar Sucron Handoko di Pati, Tukang Tambal Ban di Jalan Raya Kudus – Demak.

Tips Unik perjalanan anda menurut yang nulis blog ini:
1. Pastikan tujuan bepergian anda adalah tujuan yang mulia
2. Persiapkan segala sesuatu sebelum berangkat
3. Jangan kebut – kebutan di jalan ( mengebut bila perlu aja. Hehe )
4. Mengajukan proposal ke perusahaan waktu hari aktif ya ( tapi jangan bolos kuliah. OK )
5. Jangan lupa mampir di Kios Dua Kelinci, ada Kelinci Bertanduk lho... check it out..
6. Yang paling utama tetep berdo’a setiap saat dan ibadah tepat waktu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar